Showing posts with label menghemat kertas. Show all posts
Showing posts with label menghemat kertas. Show all posts

Monday, June 13, 2011

Save Paper : Mengapa Kita Harus Menghemat Kertas?

Setiap proses produksi kertas memerlukan bahan kimia, air dan energi dalam jumlah besar dan tentu saja bahan baku, yang pada umumnya berasal dari kayu.
Ternyata untuk memproduksi 1 rim kertas diperlukan 1 batang pohon usia 5 tahun .Setelah selesai proses produksi, maka akan di hasilkan limbah yang juga sangat besar, baik secara kuantitatif dalam bentuk cair, gas dan padat, maupun secara kualitatif. Aagar limbah ini tidak mencemari lingkungan, maka diperlukan teknologi tinggi untuk memprosesnya.

Banyaknya pohon yang harus dikorbankan untuk lembaran kertas yang kita gunakan sehari-hari

Perubahan gaya hidup serta penyesuaian akan perkembangan jaman menyebabkan penggunaan kertas terus meningkat, baik kertas untuk kebeutuhan tulis/cetak maupun kebutuhan kertas untuk sanitasi, makanan/minuman dan penunjang gaya hidup lainnya. Peningkatan kebutuhan kertas tentunya  diiringi dengan poeningkatan kebutuhanakan bahan baku dan bahan tambahan lainnya. Konsekuensinya adalah terjadi peningkatan limbah dari proses produksi kertas dan peningkatan jumlah kertas bekas.
Untuk memenuhi kebutuhan kertas nasonal yang sekitar 5,6 juta ton/tahun diperlukan bahan baku kayu dalam jumlah besar yang mahal dan tidak dapat tercukupi dari Hutan Tanaman Industri (HTI) Indonesia. Ironisnya kita lihat disekeliling kita betapa banyaknya kertas yang ada di sekitar kita : dokumen, Koran, majalah, brosur/leaflet/catalog produk, surat-surat bank, kertas ulangan, produk-produk sekali pakai (tissue) dan lain-lain. Padahal menggunakan kertas bekas sebagai bahan baku kertas baru dapat menghemat julah pohon yang di tebang, bahan kimia dan air.
Jika kita tidak mulai meperbaiki pola konsumsi kertas kita sejak saat ini,  maka akan terjadi kebiasaan dan ketergantungan untuk selalu menggunkan kertas dalam jumlah besar. Hal ini tentunya akan memberikan tekanan secara terus menerus kepada bumi kita dan memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi lingkungan.
Jadi..kalau masih ada sapu tangan kenapa harus memakai tissue???

Sumber :

Save Paper : Tips Menyelamatkan Hutan dengan Menghemat Kertas

Bisa dibilang saat ini kertas sudah menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat urban. Apalagi kita terbiasa menggunakan kertas dengan cara yang boros. Tapi tanpa kita sadari bahwa pada saat yang bersamaan hutan alam kita habis ditebang diantaranya untuk memenuhi kebutuhan kertas.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi penggunaan kertas agar dapat menyelamatkan hutan kita ?

Gambar kertas yang umumnya digunakan untuk berbagai keperluan print

Tips hemat kertas di tempat kerja :
• Sebisa mungkin hindari mencetak dokumen atau e-mail yang tidak penting.
• Tulis slogan "THINK BEFORE YOU PRINT!" dengan huruf besar, dan tempel di dinding kantor atau di dekat layar komputer.
• Gunakan/ cetak kertas bolak-balik. Tindakan ini bisa menghemat penggunaan kertas hingga 50%.
• Saat akan mencetak dokumen, gunakan menu "print 2 pages per sheet". Artinya, 2 halaman dicetak jadi 1 halaman. Hurufnya memang jadi lebih kecil, tapi masih nyaman untuk dibaca.
• Kirimlah draft dokumen (masih perlu diedit ulang) melalui surat elektronik dan hindari pencetakan salinan draft dokumen yang tidak perlu. 
• Atau tempelkan draft dokumen pada papan pengumuman untuk digunakan bersama-sama. Ini lebih baik daripada mendistribusikan begitu banyak salinan dokumen.
• Kumpulkan kertas yang satu sisinya masih kosong. Pakai ulang kertas (re-use) untuk mencetak atau fotokopi dokumen.
• Atau pakai ulang kertas tersebut sebagai kertas fax.
• Hindari penggunaan fax sheet cover, yang seringkali memakan hampir satu halaman penuh.
• Amplop bekas yang masih rapi, bisa digunakan ulang. Bagian nama penerima & pengirim bisa ditiban dengan stiker atau kertas kosong. Tetap terlihat sopan kok.
• Belilah printer dan mesin fotokopi yang mampu mencetak pada kedua sisi kertas secara otomatis. Dan pastikan setiap orang paham cara penggunaannya.
• Jangan lupa, di setiap e-mail kita bikin tulisan seperti, "Please don't print this e-mail unless you really need to. Save trees!"

Tips hemat kertas saat rapat/workshop/seminar:
§  Sebaiknya saat rapat/seminar/workshop membawa buku catatan sendiri, sehingga tidak perlu menerima buku catatan baru.
§  Saat menyelenggarakan acara seperti seminar/workshop, materi untuk seminar kit bisa dibuat dari kertas-kertas bekas di kantor. Lalu, di bagian depan (cover) ditulis info seperti,"Sebagai upaya menyelamatkan hutan, kami menggunakan kertas bekas untuk seminar kit ini".
§  Materi presentasi sebaiknya dibagikan dalam bentuk flash disk (atau CD), yang bisa diubah seketika saat acara berlangsung, karena pembicara seringkali memberikan file di detik-detik terakhir pas hari H. Cara ini jelas sangat mengurangi penggunaan kertas dalam jumlah banyak (yang bisa saja setelah selesai workshop, materinya dibuang oleh para peserta). Dan juga menghemat biaya dibanding membuat seminar kit khusus dalam bentuk hardcopy.

Tips hemat kertas saat berbelanja dan kegiatan lainnya..
- Saat isi pulsa ponsel, pilih yang elektronik aja. Sayang kan kertas voucher, baru dibeli langsung dibuang.
- Ketika gaul di kafe atau resto yang menggunakan kertas untuk alas gelas dan piring, kembalikan alas kertas tersebut ke pelayan. Katakan bahwa kita tidak membutuhkannya.
- Saat gaul di mall/pusat perbelanjaan/pameran, pihak SPG sering memberikan kita flyer ato brosur promosi produk baru. Jika berminat untuk tahu, kita bisa berhenti sebentar untuk membaca. Setelah itu, brosur bisa kita kembalikan. Dengan begitu kita hanya membawa pulang brosur yang infonya benar-benar kita butuhkan.
- Hindari menerima laporan rekening bank atau tagihan ponsel dalam bentuk lembaran kertas yang dikirim via pos. Kontak bagian customer service untuk bilang bahwa kita lebih memilih informasi yang bisa dilihat secara online via internet.
- Untuk kirim undangan kawin/arisan/seminar, sebaiknya gunakan e-mail aja.
- Undangan perkawinan saat ini bisa dibuat dalam bentuk interaktif. Jadi yang bersangkutan tinggal kirim alamat tautannya ke pihak yang akan diundang. Lebih murah dan tidak menggunakan kertas.
- Namun, jika harus membuat undangan kawin dalam bentuk kertas, sebisa mungkin bikin yang sederhana dan tidak menggunakan banyak kertas. Selain lebih hemat biaya, semahal apapun undangan kawin pasti akan berakhir di tong sampah.
- Suka membeli buku? Coba kontak penerbit buku favorit kamu agar menggunakan kertas daur ulang (seperti kertas koran) untuk mencetak buku. Selain supaya harganya bisa lebih murah, juga supaya tampak seperti novel impor yang bukunya lebih tipis dan tidak berat.

Bagaimana? Rasanya tidak repot kan menjalankan kiat-kiat di atas? Malah sebaliknya, biaya yang dikeluarkan jadi lebih murah. Seperti yang disampaikan seorang anggota milis Greenlifestyle"Mari kita ciptakan pasar yang memiliki kebutuhan akan kertas minimal"


Sumber :
http://www.greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_selamatkan_hutan_dengan_menghemat_kertas